PBAK FST 2026: Ketua SEMA FST M. Hazmi Aqila Tegaskan Komitmen Legislasi dan Transparansi Ormawa
Kemahasiswaan18 Oktober 2026SEMA FST

PBAK FST 2026: Ketua SEMA FST M. Hazmi Aqila Tegaskan Komitmen Legislasi dan Transparansi Ormawa

https://semafstuinbdg.vercel.app/berita/pbak-fst-2026-m-hazmi-aqila

Ketua SEMA FST Tegaskan Peran Legislatif Mahasiswa dalam Menjaga Integritas dan Demokrasi Kampus Pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tugu Kujang, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FST, M. Hazmi Aqila, memaparkan peran strategis lembaga legislatif mahasiswa dalam membangun kehidupan organisasi kemahasiswaan yang demokratis, transparan, dan berintegritas. Di hadapan 710 mahasiswa baru, ia memperkenalkan SEMA FST sebagai salah satu elemen penting dalam tata kelola kemahasiswaan yang berorientasi pada kepentingan bersama serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, M. Hazmi Aqila menekankan bahwa keberadaan SEMA FST tidak hanya berkaitan dengan fungsi kelembagaan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan sistem organisasi kemahasiswaan. Sebagai lembaga legislatif mahasiswa, SEMA FST memiliki peran dalam menjaga konstitusi mahasiswa, mengawasi kinerja lembaga eksekutif, serta memastikan bahwa setiap kebijakan dan program kerja organisasi kemahasiswaan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Fungsi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang tertib, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan mahasiswa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fungsi pengawasan yang dijalankan SEMA FST merupakan upaya untuk mendorong terciptanya pemerintahan mahasiswa yang bertanggung jawab. Pengawasan bukan semata-mata ditujukan untuk menilai pelaksanaan program kerja, melainkan juga menjadi sarana evaluasi agar setiap kebijakan dan kegiatan organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Melalui mekanisme pengawasan yang objektif dan konstruktif, lembaga legislatif mahasiswa diharapkan mampu menjaga keseimbangan antarlembaga sekaligus mendorong terciptanya budaya organisasi yang profesional dan berintegritas. Selain menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, SEMA FST juga memiliki tanggung jawab sebagai penyambung aspirasi mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan organisasi kemahasiswaan. Oleh karena itu, keterbukaan terhadap masukan, kritik, dan saran menjadi fondasi dalam membangun komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan. Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan keterwakilan, SEMA FST diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan serta memperjuangkan kepentingan bersama secara konstruktif. Kehadiran SEMA FST dalam rangkaian PBAK 2026 juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat struktur, fungsi, dan tanggung jawab lembaga kemahasiswaan di tingkat fakultas. Pemahaman mengenai peran lembaga legislatif sejak awal masa perkuliahan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga dengan partisipasi aktif dalam membangun lingkungan sosial yang demokratis, inklusif, dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa baru FST, pengenalan terhadap SEMA menjadi langkah awal untuk memahami pentingnya keterlibatan dalam dinamika kemahasiswaan. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui keberanian menyampaikan aspirasi, kepedulian terhadap isu-isu fakultas, serta kesadaran untuk menjaga etika dan nilai-nilai kebersamaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari komunitas akademik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membentuk budaya organisasi yang sehat dan berorientasi pada kemajuan bersama. Melalui pemaparan tersebut, M. Hazmi Aqila menegaskan pentingnya keberadaan SEMA FST sebagai penjaga konstitusi mahasiswa, pengawas kinerja eksekutif, sekaligus representasi aspirasi mahasiswa. Ketiga peran tersebut saling berkaitan dalam membangun sistem kemahasiswaan yang transparan, seimbang, dan berintegritas tinggi. Sinergi antara lembaga legislatif, eksekutif, dan seluruh mahasiswa menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif bagi pengembangan potensi, pemikiran kritis, serta kepemimpinan mahasiswa. Melalui momentum PBAK FST 2026, pengenalan peran dan fungsi SEMA diharapkan dapat menjadi pijakan bagi 710 mahasiswa baru untuk memahami arti penting demokrasi dan tanggung jawab kolektif dalam kehidupan kampus. Lebih dari sekadar pengenalan organisasi, momentum ini menjadi pengingat bahwa kampus merupakan ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berdaya, dan mampu menjunjung tinggi integritas. Dengan komitmen terhadap transparansi, pengawasan yang bertanggung jawab, dan penyaluran aspirasi yang terbuka, SEMA FST diharapkan terus berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan kemahasiswaan yang kondusif, partisipatif, dan berlandaskan nilai-nilai demokrasi.
Bagikan

Sebarkan Warta SEMA FST

Ajak mahasiswa FST lainnya untuk terus mengikuti perkembangan regulasi dan kemahasiswaan.

https://semafstuinbdg.vercel.app/berita/pbak-fst-2026-m-hazmi-aqila